Aku tak bisa meraba
Begitu tak terasa datangnya
Hanya sebentar
Hingga ku tak menyadari akan kepergiannya
Mengapa ini semu?
Bagaikan sebuah drama pecisan
Yang penuh dengan kepalsuan dan bualan semata
Tumbuh, lalu mekar di hati
Wanginya menyebar hingga di jendela kalbu
Namun, mengapa berduri?
Duri yang membunuh untai harapan
Penahkluk cinta bermain rasa
Bagai bermain layang-layang
Diterbangkan menembus awan
Lalu di jatuhkan saat bosannya datang