Minggu, 15 April 2012

Hati ikut bicara

Hilang....Lenyap...Pergi....
Disana atau tetap disini...
Berteriaklah....
Biar ku dengarkan...Biar ku tahu...Biar ku rasakan kehadirannya
Membisu...
Apa ini karna dia ? atau karna aku ?...Katakan !!

Selasa, 10 April 2012

Semu ( kawan )

Semu...
Rasa itu terlihat jelas di kelopak mataku. Menyayat namun tak mampu ku hapus.Seakan menutupi semuanya.Bolehkah aku menangis untuk menahannya??Bolehkah aku berteriak untuk melepaskannya??
Ingin aku hilang, lenyap dari pandangannya.Tapi diri ini hanya sebongkah karang yang bisa hancur karna ombak. Andai dapat meminta, jadilah tongkatku. Tongkat yang selalu di sampingku.Tongkat yang bantu aku ketika ku hampir jatuh dan tak mampu bangkit lagi. Jadilah  penunjukku, yang menuntunku saat aku tersesat.

Garis itu berputar-putar namun tak berujung. Terlihat, namun mengapa tersiakan? Ijinkan untuk membaliknya.Kembali sebelum putih menjadi noda. Atau kembali sebelum setia menjadi dusta.Mengapa tak ada daya? Hanya terpuruk dalam satu lobang kenistaan.

Semu...
Nampak namun ternyata menyakitkan. Diam........membisu.........tertahan dalam tawa..........terdengar tak berguna !!!! Lalu tetesan air perlahan larut dalam heningnya hujan. Akankah ini menjadi yang terakhir???


# terinspirasi dari RUMOR-BUTIRAN DEBU

Senin, 09 April 2012

Panorama

Senja bangunkan ku dari mimpi buruk semalam
Kokokan ayam menandakan malam sudah beranjak pergi
Meninggalkan bintang dan bulan di peraduannya
Disambut panorama dibalik ufuk timur
Segaris bayangan kuning terlihat mata telanjang
Tergambar jelas diatas kumpulan air yang biru
Betapa indah sesosok bayangan di balik alang-alang
Mencari mimpi yang sempat tertunda
Andaikan ini tak ternoda
Diperkosa tangan-tangan tak berdosa
Meninggalkan luka yang mendalam
Dan bekas yang tak mungkin terlupakan